Laman

Sabtu, 16 Oktober 2010

TEORI EVOLUSI MANAJEMENT

Sejarah tentang perkembangan evolusi sebenarnya berasal dari tahap klasifikasi metode penelitian beberapa ahli ilmuan manajement

Yang berkembang pada saat itu, kata ménagement "yang memiliki arti seni dalam mengatur"

pada masa sebelum makna definisi manajement belum dapat di interprestasikan secara universal ada beberapa ahli manajement yang mengklarifikasikan defenisi manajement secara sempit : MARY PARKER FOLLET ; menggambarkan manajement sebagai seni untuk menyelesaikan masalah orang lain, yang disempurnakan oleh defenisi RICKY W GRIFFIN ; yang menyatakan bahwa manajement adalah sebuah proses perencanaan,pengorganisasian,pengkoordinasian,dan pemecahan ,masalah dan penimbangan sumber "source" daya alam maupun, maupun sumber daya manusia.


Perkembangan Teori Evolusi Management


Terbagi atas beberapa fase; secara pandangan umum

1.pendekatan klasik :manajement ilmiah,prinsip-prinsip administratif,teori organisasi organisatif

2.pendekatan SDM

3.pendekatan kuantitatif

4.pendekatan modren


1.Pendekatan klasik: (the classical approaches)

Lebih dikenal dengan manajement ilmiah (scientic manajement) dan teori organisatif klasik beserta birokrasi terapan pada manajement dengan prinsip-prinsip manajement universal yang dapat beradaptasi di berbagai lingkungan dan kondisi


2.Pendekatan SDM;(the human resources approaches)

Yang dikenal juga sebagai aliran prilaku,yaitu pada pendekatan pada studi manajement perkantoran,dengan pertimbangan faktor-faktor sosial di tempat kerja,berbeda dengan pendekatan klasik yang dapat beradaptasi dengan mudah dengan kondisi dan faktor lingkungan


3.Pendekatan kuantitatif atau pendekatan ilmu manajement(quantitative Approaches)

Pendekatan manajement dengan menggunakan teknik matematika dalam pembahasannya


4.pendekatan Modern(modren Approaches)

Pendekatan evolusi baru dengan pendekatan pemikiran sistem kontigensi berdasarkan komitmen dengan mutu dan dedikasi kerja yang tinggi.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar