Laman

Kamis, 21 Oktober 2010

PENERAPAN MANAJEMENT "PERUSAHAAN LOKAL"

 Manajement (merupakan konseptualitas,aktualitas,analisis,dan proses pengembangan diri untuk mencapai sebuah tujuan,dengan memanfaatkan SDM (sumber daya manusia) maupun SDM (sumber daya alam), untuk mencapai target seseorang.
Dalam berbagai aspek kehidupan. kita menggunakan kemampuan emotional 
quantity,untuk membangun fundamental qualitas bidang yang akan kita dalami dan terapankan dalam pekerjaan kita, begitu dengan perusahaan.biasanya sebuah perusahaan sukses merupakan cerminan dimana sebuah perusahaan mampu mendedikasikan kemampuan "brainware source"(SDM) dan "nature sources"(SDA).

Dan dibawah ini merupakan salah satu refleksi kbrilianan sebuah perusahaan dengan kemampuan majement yang solid




Unilever Dukung Petani dan Pemetik Teh Melalui Gebyar CSR Petani Teh Kaliboja

PT Unilever Indonesia Tbk, yang telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 76 tahun akan terus melanjutkan komitmennya bersama masyarakat menciptakan masa depan yang lebih baik.


 Program perberdayaan petani merupakan salah satu tanggung jawab sosial PT Unilever Indonesia, yang diawali di jawa tengah "Pekalongan" pada awal 2009 kemarin
Salah satu wujud apresiatifnya adalah dengan melakukan pembinaan terhadap dan mendukung pemberdayaan petani teh wanita yang berjumlah, 589 petani agar dapat meningkatkan kesejahteraan serta mendapatkan pelatihan berorganisasi, ketrampilan, kepribadian dan juga kewirausahaan di wilayah Rukun Tetangga dan Sekitarnya
Agribisnis teh di Indonesia masih bergantung pada perkebunan rakyat, sedangkan produktivitas pertanaman teh rakyat masih rendah dikarenakan petani teh belum menjadikan tanaman teh sebagai komoditas utama, kepemilikan yang sempit sebagai suatu lahan usaha, kelembagaan petani yang belum mapan, kultur teknis dan pemeliharaan yang masih kurang. Oleh karena itu, PT Unilever Indonesia Tbk bekerjasama dengan PT Pagilaran dan Fakultas Pertanian UGM memiliki komitmen untuk meningkatkan produktivitas pertanaman teh petani di wilayah Pekalongan.

Tahun ini, acara "Gebyar CSR Petani Teh Kaliboja 2010" yang diadakan untuk pertama kalinya di Kecamatan Kaliboja, Kabupaten Pekalongan, pada tanggal 7 Agustus 2010 bertujuan untuk merayakan kemandirian ekonomi dan sosial selain memberikan apresiasi, serta mempererat tali silaturahmi antar kelompok petani teh di Pekalongan.

Acara ini dihadiri oleh Ibu Qomariyah, Bupati Pekalongan, Ibu Sinta Kaniawati, General Manager Yayasan Unilever Indonesia, Maya Tamimi, Program Manager PT Unilever Indonesia Tbk, Ir. Rachmad Gunadi Msi, Direktur Utama PT Pagilaran, Prof. Ir. Triwibowo Juyono Phd,
Juga hadir dari Fakultas Pertanian UGM serta tokoh masyarakat dan puluhan kelompok tani dan teh sekabupaten Pekalongan.

Sinta Kaniawati, mengatakan, "Program pemberdayaan pemetik dan petani teh adalah salah satu bentuk nyata komitmen Unilever Indonesia dalam menciptakan masa depan yang lebih baik untuk masyarakat setempat. Sebagai perusahaan produsen teh, kami berharap dengan adanya program ini dapat meningkatkan semangat kerja dan hubungan kerja yang baik, sehingga dapat terciptanya akselerasi produktivitas yang lebih tinggi menuju kesuksesan bersama. "

Yayasan Unilever Indonesia telah berhasil membina dan memberdayakan pendamping dari PT Pagilaran yang telah bergabung dan berharap jumlah ini akan terus bertambah setiap tahunnya. Dalam program ini, Yayasan Unilever Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Daerah termasuk Pemerintah Daerah Pekalongan yang turut menfasilitasi program pemberdayaan petani dan pemetik teh.

Maya Tamimi, mengatakan, "Kami menyadari bahwa pasokan teh untuk bahan baku teh Sariwangi mempunyai standar kualitas industri yang tinggi. Kami senang perempuan petani dan pemetik teh yang kami bina juga mempunyai semangat dan dedikasi yang tinggi tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, namun juga aspek sosial."

Ibu Qomariyah, Bupati Pekalongan, menyambut positif program ini dan mengucapkan "Terima kasih kepada Unilever Indonesia yang telah mendukung program pemberdayaan petani dan pemetik teh di Kabupaten Pekalongan, serta mendukung dan merasa sangat bangga dengan perubahan yang terjadi baik pada petani maupun ibu-ibu pemetik dan petani teh yang sangat percaya diri".

Kedepan Bupati berharap, program kemitraan pemetik teh dapat terus berjalan di kabupaten Pekalongan melalui pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Unilever, PT Pagilaran dan UGM karena petani dan pemetih teh tersebut dapat tampil lebih percaya diri dan bekerja dengan iklim kerja yang sinergis sehingga dapat menuju kinerja yang produktif dan menguntungkan. Selain itu, program ini diharapkan dapat menjadikan tanaman teh sebagai komoditas utama.

Sejak didirikan 10 tahun lalu, Yayasan Unilever Indonesia menaungi tiga pilar yang menitikberatkan pada program lingkungan, program pendidikan kesehatan masyarakat dan program pengembangan ekonomi. Saat ini Yayasan Unilever Indonesia telah memiliki lebih dari 300.000 Agen Perubahan. Kegiatan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PT Unilever Indonesia Tbk senantiasa memiliki relevansi terhadap bisnis guna memastikan keberlanjutannya (sustainability). Beberapa program yang dilakukan oleh Yayasan Unilever Indonesia telah mencakup aspek pemberdayaan dan kemandirian masyarakat termasuk program pemberdayaan petani kedele hitam dan pengelolaan sampah mandiri

Tahun ini, Yayasan Unilever Indonesia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan langkah kecil inspiratif dalam kehidupan sehari-hari, yang dapat membawa perubahan besar dengan melakukan 'pledge' atau ikrar di bidang lingkungan, kesehatan / nutrisi dan pengembangan produk pertanian lokal. Hal ini di dorong oleh kesadaran masyarakat yang tinggi untuk melakukan suatu perubahan dan diyakini dapat menginsipirasikan orang lain. 'Pledge' adalah ikrar individu untuk melakukan perubahan kecil dimulai dengan diri sendiri seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir; menggosok gigi dua kali sehari; serta memilah sampah organik dan non-organik.
Dalam rangka menyambut tahun ke 10 dalam berkiprah, kegiatan Yayasan Unilever Indonesia juga di perluas cakupannya meliputi:

Program Lingkungan: program pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian lingkungan yang menitikberatkan pada masalah persampahan, penghijauan dan resapan air. Program ini dimulai sejak tahun 2001 di Surabaya dan kini telah bergulir ke beberapa kota lainnya seperti Jakarta, Medan, Yogyakarta, Makassar, Bandung, Banjarmasin dan Balikpapan. Trashion: adalah kegiatan penting bagian dari program Green & Clean, dimana ibu-ibu dilatih ketrampilannya untuk menjahit kemasan bekas produk untuk dijadikan barang yang bermanfaat. Kegiataan ini menumbuhkan sifat kewirausahaan serta pemberdayaan perempuan. Tahun ini Trashion dikembangkan lebih jauh di 6 kota besar yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Medan dan Bandung.

Program Pengembangan Ekonomi: kegiatan Pembinaan dan Pemberdayaan Petani Kedele Hitam di 7 kabupaten di pulau Jawa, menjangkau sekitar 93.000 penerima manfaat (beneficiaries); Program Pemberdayaan Perempuan memberikan kesempatan kepada lebih dari 1.000 perempuan untuk menghasilkan pendapatan dengan melibatkan mereka dalan proses paska panen, serta membekali mereka dengan berbagai pelatihan keterampilan termasuk nutrisi dan pengetahuan, kewirausahaan dan pengembangan diri.

Program Edukasi Kesehatan Masyarakat: peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan serta kebutuhan nutrisi kini merambah hingga ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di tiga kabupaten di Surabaya; peningkatan pengetahuan mengenai penyalahgunaan narkoba dan AIDS di kalangan remaja diperluas hingga ke Sidoardjo, Pasuruan dan Madiun; program peningkatan pengetahuan nutrisi dengan WFP juga diperkaya dengan edukasi mecuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta pembinaan untuk diversifikasi pangan. Perilaku hidup bersih dan sehat juga mulai diperkenalkan pada sarana publik dalam program Pasar Sehat di Yogya.







SUMBER:"http://wartajakarta.com/"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar