PENGERTIAN PEMUDA
Definisi Pemuda adalah : Pemuda adalah Bagian dari masyarakat dalam kategori berusia muda, dalam usia produktif
PERANAN PEMUDA
Peranan Pemuda adalah : Dalam Kehidupan bermasyarakat sendiri pemuda merupakan lapisan masyarakat yang paling dominan untuk di untuk masa depan, dimana pemuda sendiri memiliki peranan diberbagai bidang kehidupan bernegara, antara lain Pendidikan, Kebudayaan, Agama, Sosial, Dll
PERANAN SEBAGAI MAHASISWA DALAM MASYARAKAT
Peranan saya pribadi sebagai mahasiswa dalam masyarakat adalah menyelesaikan Kuliah dengan hasil baik dari segi kepribadian intelektualitas yang baik, belajar dari hal-hal kecil selalu menjadi acuan untuk bisa mencapai tujuan yang besar, menurut saya Prestasi dan Sosialisasi dalam kampus merupakan hal hal yang harusnya saya jalani terlebih dahulu
dewasa ini kemampuan progress sistem teknologi berbasis informasi bertumbuh dengan cepat, hirearkinya kita harus ikutjuga bertumbuh dalam fenomena global satu ini
Senin, 18 Januari 2016
Jumat, 27 November 2015
TUGAS 7
KELOMPOK IN GROUP
Saya Ambil dari contoh kehidupan social
dalam kampus, kelompok ini bias disebut kelompok-kelompok-kelompok yang
mengkategorikan diri mereka sebagai individu-individu yang merasa dirinya
terlibat dalam suatu kelompok contoh BEM, organinsasi kemahasiswaan, seperti
kelompok paduan suara dan kelompok mapala gunadarma
KELOMPOK OUT GROUP
Sedangkan kelompok out group
merupakan negasi dari kelompok ingroup yang menyatakan diri mereka secara
individual tidak termasuk dalam kelompok kelompok yang dicontohkan diatas
PRIMARY GROUP
Primary group merupakan kelompok
kelompok yang mempunyai efektifitas produksi baik dalam segi hal yang mereka
bidangi menjadi prioritas sebuah organisasi, contoh kelas Unggulan dalam sebuah
instuisi Pendidikan
SECONDARY GROUP
Secondary Group merupakan kelompok
tentang hal yang mereka bidangi contohnya pemain cadangan dalam sebuah kelompok
SEPAKBOLA
GAMEIN
SCHAFT
Paguyuban
atau gemeinschaft adalah
kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni,
bersifat alamiah, dan kekal. Ciri-ciri kelompok paguyuban :
- Terdapat ikatan batin yang kuat antaranggota
- Hubungan antar anggota bersifat informal
Tipe paguyuban
Paguyuban
karena ikatan darah (gemeinschaft by blood)
Kelompok genealogis adalah kelompok
yang terbentuk berdasarkan hubungan sedarah. Kelompok genealogis memiliki
tingkat solidaritas yang tinggi karena adanya keyakinan tentang kesamaan nenek
moyang.
Contoh: keluarga, kelompok
kekerabatan.
Paguyuban
karena tempat (gemeinschaft of place)
GESELLSCHAFT
Patembayan atau gesellschaft adalah kelompok sosial yang
anggota-anggotanya memiliki ikatan lahir yang pokok untuk jangka waktu yang
pendek. Ciri-ciri kelompok patembayan :
- hubungan antaranggota bersifat formal
- memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal
- memperhitungkan nilai guna (utilitarian)
- lebih didasarkan pada kenyataan social
KELOMPOK SOCIAL CROWD
Kerumunan (crowd)
Kelompok-kelompok yang tidak teratur nampak dalam kerumunan masa. Kerumunan
merupakan suatu kelompok sosial yang bersifat ... Contoh :
penonton film, orang-orang yang menghadiri khotbah
KERUMUNAN AKTIF
Kerumnunan
yang terjadi akibat kegelisahan yang menyebabkan sudut pandang negative dari
kerumunan tersebut contohnya DEMO
KERUMUNAN EKPRESIF
Kerumunan ekspresif adalah kerumunan yang
didasari oleh luapan emosi yaitu disamping tanpa sasaran yang jelas juga hanya
sekedar luapan emosi atau ketegangan semata. Kerumunan ekspresif biasanya tidak
terlalu banyak beraksi secara kontak fisik melainkan lebih banyak menunjukkan
perasaan atau sikap seperti menangis, menjerit, dan lain-lain, contohnya orang
orang yang sedang menonton film di bioskop dengan genre romance
KERUMUNAN YANG BERSIFAT SEMENTARA
Kerumunan
yang terjadi akibat suatu kejadian yang memancing tindakan tapi tidak dalam
tujuan yang berkelanjutan, contohnya Antrian pada loket kereta
KERUMUNAN YANG BERTOLAK BELAKANG DENGAN AGAMA
Sering
disebut dengan kerumunan yang meresahkan lingkungan sosialnya contohnya
Prostitusi, kerumunan geng motor dan lain-lain
Kamis, 19 November 2015
TUGAS 6
1. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA
& MASYARAKAT
INDIVIDU
Makna Individu, adalah seorang
manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan
sosialnya,malainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik
dirinya.
KELUARGA
Makna Keluarga, adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri.
Makna Keluarga, adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri.
MASYARAKAT
Makna Masyarakat, Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.Seperti; sekolah, keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat
Makna Masyarakat, Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.Seperti; sekolah, keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat
4. Hubungan Antara Individu, Keluarga Dan Masyarakat
Hubungan individu dengan diri sendiri terdapat 3 sistem kepribadian, yaitu ID ( ES ), EGO dan SUPER EGO. Jika EGO gagal menjaga keseimbangan antara dorongan dari ID dan larangan dari SUPER EGO maka individu akan mengalami konflik batin terus – menerus.
Hubungan individu dengan diri sendiri terdapat 3 sistem kepribadian, yaitu ID ( ES ), EGO dan SUPER EGO. Jika EGO gagal menjaga keseimbangan antara dorongan dari ID dan larangan dari SUPER EGO maka individu akan mengalami konflik batin terus – menerus.
2. MASYARAKAT INDUSTRI DENGAN MASYARAKAT NON INDUSTRI
1.
Masyarakat non Industri Secara garis besar, kelompoknasional atau organisasi
kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu
kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group)
*Kelompok Primer Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih
intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini disebut juga kelompok
”face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap
muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.Sifat interaksidalam
kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati.
Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok, yaitu menerima serta
menjalankan tugas idak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran,
tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara
sukarela. Contoh-contoh kelompok primer, antara lain : keluarga, rukun
tetangga, kelompok belajar, kelompok agama, dan lain sebagainya. * kelompok
sekunder Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak
langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan.Oleh karena itu, sifat
interaksi, pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas dasar
pertimbangan-pertimbangan rasional. Obyektif. Para anggota menerima pembagian
kerja/tugas atas dasar kemampuan : keahlian tertentu, disamping dituntut
dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan
tertentu yang telah dif lot dalam program-program yang telah disepakati.
Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat
kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. 2. Masyarakat Industri
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat
semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan
antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi
sejenis, juga menjadi ciri dari bagian atau kelompok-kelompok masyarakat
industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus
yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh: tukang roti, tukang sepatu, tukang bubut, tukang las, ahli
mesin, ahli listrik, ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan
timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula, ide-ide kolektif untuk
diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin komplek pembagian
kerja, semakin banyak tibul kepribadian individu. Perbedaan antara masyarakat
industry dan masyarakat non industry adalah terdapat pada mata pencarian
peranan serta tempat dimana mereka berada. Jika di non industry masyarakat
yanga ada di atur atas dasar pertimbangan rasional sehingga masyarakat non
industry sekunder kurang memiliki sifat kekeluargaan yang bagus.
Masyarakat
majemuk (plural society) merupakan suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau
lebih elemen dan tatanan sosial yang hidup berdampingan, tetapi tidak
terintegrasi dalam satu kesatuan politik.
Pengertian
masyarakat majemuk menurut para ahli
- Dr. Nasikun mengemukakan masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat dalam mana sistem nilai yang dianut oleh berbagai kesatuan sosial yang menjadi bagian-bagiannya adalah sedemikian rupa sehingga para anggota masyarakat kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai suatu keseluruhan, kurang memiliki homogenitas atau bahkan kurang memiliki dasar-dasar untuk memahami satu sama lain
- Furnival mengemukakan bahwa masyarakat majemuk merupakan masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas (kelompok) yang secara kultural dan ekonomi terpisah –pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda-beda satu sama lainnya.
4. FAKTOR PENDORONG URBANISASI MASYARAKAT DESA
Ada Beberapa faktor yang
mempengaruhi masayarakat melakukan URBANISASI,
Berikut diantaranya,
A. Faktor Penarik Terjadinya
Urbanisasi
- Kehidupan kota yang lebih modern dan mewah
- Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap
- Banyak lapangan pekerjaan di kota
- Di kota banyak perempuan cantik dan laki-laki ganteng
- Pengaruh buruk sinetron Indonesia
- Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi jauh lebih baik dan berkualitas
B. Faktor Pendorong Terjadinya
Urbanisasi
- Lahan pertanian yang semakin sempit
- Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
- Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
- Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
- Diusir dari desa asal
- Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
Langganan:
Postingan (Atom)
